Ukuran botol wine apa yang diizinkan di Uni Eropa?
Jumlah nominal adalah volume yang tercantum pada label botol wine prapaket. Untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa, Directive 2007/45/EC Uni Eropa membatasi jumlah nominal menjadi 100 ml, 187 ml, 250 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml. Karena itu, produsen, importir, dan peritel perlu mengidentifikasi kategori wine serta jumlah nominal pada label saat menerapkan aturan Uni Eropa.
Directive 2007/45/EC Uni Eropa memberikan daftar tertutup untuk wine tanpa karbonasi prapaket, bukan mengizinkan perusahaan pengemasan memilih jumlah nominal apa pun. Daftar legal Uni Eropa menyangkut jumlah wine yang dinyatakan pada kemasan, bukan proporsi visual botol. Tinggi, lebar, profil bahu, punt, warna kaca, dan penutup botol tidak menggantikan jumlah nominal yang tercantum pada label.
Botol yang dikaitkan dengan wine Burgundy dan botol yang dikaitkan dengan wine Bordeaux dapat mencantumkan jumlah nominal yang sama meskipun bentuknya terlihat berbeda. Karena itu, bentuk botol bukan metode yang dapat diandalkan untuk menentukan volume. Membaca label menghindarkan kita dari asumsi berdasarkan siluet, berat kaca, atau gaya penyajian.
Directive 2007/45/EC Uni Eropa tidak menerapkan daftar wine tanpa karbonasi pada semua kategori wine. Directive 2007/45/EC Uni Eropa memberikan daftar jumlah nominal terpisah untuk sparkling wine dan liqueur wine, sementara Directive yang sama menetapkan 620 ml sebagai satu-satunya jumlah nominal yang diizinkan untuk yellow wine. Format yang dijumpai dalam satu kategori wine tidak boleh otomatis dianggap tersedia dalam kategori lain.
Jumlah nominal legal dan nama umum botol wine menjawab pertanyaan yang berbeda. Jumlah nominal legal mengidentifikasi volume pada label yang diizinkan berdasarkan kerangka aturan yang relevan. Nama umum botol wine menunjukkan cara produsen, pedagang, restoran, atau kolektor menyebut suatu format. Pertanyaan legal harus dijawab berdasarkan volume yang dinyatakan dan kategori produk, sedangkan nama umum sebaiknya diperlakukan sebagai informasi pendukung.
| Kategori wine | Jumlah nominal yang diizinkan | Badan penerbit dan sumber |
|---|---|---|
| Wine tanpa karbonasi | 100 ml, 187 ml, 250 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml | Directive 2007/45/EC Uni Eropa |
Tabel ini tidak boleh digunakan sebagai daftar universal untuk setiap pasar. Directive 2007/45/EC Uni Eropa mengatur kerangka Uni Eropa yang dijelaskan di sini, sementara pasar lain dapat mengatur kemasan dan perpajakan secara berbeda. Karena itu, deskripsi ukuran botol yang dapat diandalkan mencantumkan jumlah nominal pada label, kategori wine, dan pasar yang sedang dibahas.
Amerika Serikat menunjukkan mengapa konteks pasar penting. Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau mengelola cukai federal wine Amerika Serikat berdasarkan wine gallon, dan Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau mendefinisikan satu wine gallon sebagai 3,785 liter. Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau memperlakukan botol 750 ml sebagai 0,198 dari unit kena pajak tersebut. Metode perpajakan itu tidak mengubah nama umum botol menjadi sistem volume legal universal.
Pembaca yang membandingkan botol sebaiknya mulai dari volume yang tercetak pada setiap label. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi apakah produknya wine tanpa karbonasi, sparkling wine, liqueur wine, atau yellow wine. Bentuk botol dan penamaan umum kemudian dapat memberikan konteks yang bermanfaat tanpa menggantikan jumlah nominal legal.
Mengapa botol wine standar berukuran 750 ml?
Botol wine standar adalah istilah umum yang digunakan di sini untuk botol dengan jumlah nominal 750 ml. Directive 2007/45/EC Uni Eropa memasukkan 750 ml dalam jumlah nominal yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa. Directive tersebut menetapkan posisi format ini dalam daftar legal saat ini, tetapi tidak menjelaskan mengapa format tersebut mula-mula menjadi kebiasaan.
Penjelasan sejarah mengenai botol 750 ml sering mengaitkan format tersebut dengan pembuatan kaca, pengiriman, perdagangan, atau kebiasaan minum. Daftar legal masa kini tidak dapat, dengan sendirinya, memverifikasi kisah asal-usul tertentu. Kesimpulan yang hati-hati adalah bahwa 750 ml merupakan format komersial yang telah mapan dan diakui Directive 2007/45/EC Uni Eropa sebagai jumlah nominal yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket.
Perbedaan antara status legal saat ini dan asal-usul sejarah itu penting. Sebuah format dapat menjadi lazim melalui praktik perdagangan, lalu muncul dalam peraturan tanpa peraturan tersebut mendokumentasikan seluruh sejarah praktik itu. Karena itu, Directive 2007/45/EC Uni Eropa sebaiknya dikutip untuk jumlah nominal yang diizinkan, bukan sebagai bukti penjelasan sejarah tertentu.
Format 750 ml juga muncul dalam administrasi cukai wine federal Amerika Serikat. Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau menyatakan bahwa satu wine gallon adalah 3,785 liter untuk keperluan cukai federal, dan Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau memperlakukan botol 750 ml sebagai 0,198 dari unit kena pajak tersebut. Hubungan pajak ini menunjukkan cara format botol yang telah mapan ditangani secara administratif, tetapi tidak membuktikan bahwa perpajakan menciptakan format tersebut.
Botol standar berguna sebagai pembanding karena jumlah nominalnya tidak bergantung pada ukuran botol yang tampak. Kaca tebal, punt yang dalam, atau bahu botol yang lebar dapat membuat satu kemasan terlihat lebih besar daripada kemasan lain tanpa menjadi ukuran yang dapat diandalkan untuk wine di dalamnya. Label memberikan volume yang relevan untuk membandingkan kemasan.
Directive 2007/45/EC Uni Eropa juga memasukkan 1.000 ml dalam jumlah nominal yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa. Adanya 750 ml dan 1.000 ml menunjukkan bahwa format standar yang umum dikenal bukan satu-satunya format wine tanpa karbonasi yang diizinkan. Izin legal dan kelaziman pasar merupakan pertimbangan yang berkaitan, tetapi bukan pertimbangan yang sama.
Pembeli tidak perlu menganggap format alternatif yang diizinkan sebagai kurang autentik atau kurang serius. Jumlah nominal menjelaskan banyaknya isi dalam kemasan, bukan kualitas, asal, atau status wine yang dimaksudkan. Gaya wine, produsen, asal-usul, kondisi, dan penyimpanan perlu dinilai secara terpisah.
Karena itu, jawaban yang paling dapat dipertanggungjawabkan untuk pertanyaan sejarah ini bersifat terbatas. Directive 2007/45/EC Uni Eropa menegaskan bahwa 750 ml merupakan jumlah nominal yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa, sementara Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau menegaskan hubungan botol 750 ml dengan unit pajak wine gallon Amerika Serikat. Tidak satu pun dari kedua kerangka resmi tersebut, berdasarkan fakta yang tersedia di sini, menetapkan penyebab sejarah yang pasti untuk format umum tersebut.
Apa nama format botol wine besar?
Format botol wine besar sering disebut dengan nama umum seperti magnum, Jeroboam, Rehoboam, Methuselah, Salmanazar, Balthazar, Nebuchadnezzar, dan Melchizedek. Magnum biasanya dikaitkan dengan jumlah nominal 1.500 ml, dan Directive 2007/45/EC Uni Eropa memasukkan 1.500 ml dalam daftar yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa. Nama-nama umum lainnya tidak boleh dianggap sebagai pernyataan volume yang dapat diandalkan tanpa memeriksa label botol.
Nama umum botol wine adalah bahasa perdagangan yang digunakan untuk mengidentifikasi atau memasarkan suatu format. Jumlah nominal legal adalah volume pada label yang diakui oleh aturan yang berlaku. Nama umum dapat mudah diingat dan berguna, tetapi tidak membentuk jenjang legal internasional yang lengkap dan berlaku sama bagi setiap produsen, kategori wine, dan pasar.
Hubungan antara nama umum dan botol dapat berubah bergantung pada konteks. Nama yang dijumpai pada wine tanpa karbonasi dapat digunakan secara berbeda dalam bahasa perdagangan sparkling wine, sementara produsen lain mungkin tidak mencantumkan nama umum dan hanya menyatakan volumenya. Label tetap menjadi sumber yang dapat diandalkan untuk jumlah nominal botol tertentu yang ditawarkan.
Nama-nama tersebut umumnya dikaitkan dengan tokoh sejarah, tokoh Alkitab, atau tokoh kerajaan, sehingga urutannya dapat tampak lebih formal dan terstandar daripada kenyataannya. Nama yang mudah diingat tidak menetapkan keseragaman legal. Karena itu, daftar pedagang sebaiknya mencantumkan volume yang dinyatakan di samping nama umum apabila perbandingan yang tepat diperlukan.
| Nama umum | Makna untuk perbandingan | Panduan volume |
|---|---|---|
| Magnum | Nama umum format besar yang banyak digunakan | Directive 2007/45/EC Uni Eropa mengizinkan 1.500 ml untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa; periksa label botol. |
| Jeroboam | Nama umum format besar yang penggunaannya dapat bergantung pada konteks | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
| Rehoboam | Nama umum format besar, bukan definisi legal universal | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
| Methuselah | Nama umum format besar, bukan definisi legal universal | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
| Salmanazar | Nama umum format besar, bukan definisi legal universal | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
| Balthazar | Nama umum format besar, bukan definisi legal universal | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
| Nebuchadnezzar | Nama umum format besar, bukan definisi legal universal | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
| Melchizedek | Nama umum format besar, bukan definisi legal universal | Pastikan jumlah nominal yang tercetak pada botol. |
Tabel ini tidak menetapkan volume yang belum terverifikasi untuk nama-nama umum. Tabel ini mengidentifikasi aturan penafsiran utama: gunakan label untuk menentukan jumlah nominal. Pendekatan tersebut mencegah konvensi penamaan regional atau khusus kategori disajikan seolah-olah merupakan standar legal universal.
Botol format besar dapat menimbulkan persoalan praktis terkait penyimpanan dan penyajian. Dimensinya mungkin memerlukan tempat penyimpanan khusus, penanganan yang aman, serta cara membuka dan menuang yang telah direncanakan. Panduan cara menyimpan wine menjelaskan prinsip penyimpanan yang perlu dipertimbangkan terlepas dari nama umum botol.
Botol sparkling wine besar sering memiliki daya tarik seremonial, tetapi tampilan tidak menggantikan verifikasi volume. Pembaca yang membandingkan pilihan untuk perayaan dapat melihat panduan Champagne terjangkau sambil menilai format botol, gaya wine, dan harga sebagai pertimbangan terpisah. Nama umum yang menonjol tidak membuktikan bahwa winenya lebih baik atau kemasannya menawarkan nilai yang lebih baik.
Daftar pembelian paling jelas apabila mencantumkan nama umum dan jumlah nominal. Jika nama dan label tampak tidak sesuai, jumlah nominal yang tercetak harus menjadi panduan perbandingan volume. Kategori wine dan konteks pasar kemudian perlu diperiksa sebelum membuat kesimpulan legal.
Berapa banyak gelas dalam satu botol wine?
Jumlah gelas dalam satu botol wine bergantung pada banyaknya wine yang dituangkan ke setiap gelas. Botol standar memiliki jumlah nominal 750 ml, yang dimasukkan Directive 2007/45/EC Uni Eropa dalam daftar yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa. Tidak ada jumlah gelas tetap yang dapat dinyatakan kecuali volume sajian juga ditentukan.
Perhitungan menggunakan jumlah nominal pada label botol dan volume sajian yang direncanakan. Bagilah volume botol pada label dengan volume yang dimaksudkan untuk setiap tuangan. Tuangan yang lebih sedikit memungkinkan botol dibagikan kepada lebih banyak orang, sedangkan tuangan yang lebih banyak menghasilkan lebih sedikit sajian.
Acara mencicipi, santapan di restoran, dan kumpul informal dapat menggunakan volume sajian yang berbeda. Bentuk gelas juga dapat mengubah kesan seberapa penuh tuangan, meskipun tampilan tidak mengukur volume secara akurat. Wadah ukur memberikan metode perencanaan yang lebih dapat diandalkan daripada menilai ketinggian wine berdasarkan mangkuk gelas.
Directive 2007/45/EC Uni Eropa mengizinkan 100 ml, 187 ml, 250 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa. Setiap format yang diizinkan dapat dihitung dengan cara sajian yang sama. Nama umum botol tidak diperlukan jika jumlah nominal pada label dan volume tuangan yang direncanakan sudah diketahui.
Magnum tidak boleh diberi jumlah gelas universal hanya karena formatnya memiliki nama yang umum dikenal. Directive 2007/45/EC Uni Eropa memasukkan 1.500 ml dalam jumlah nominal yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa, tetapi jumlah sajian tetap bergantung pada tuangan yang dipilih. Karena itu, perencanaan penyajian sebaiknya menggunakan volume, bukan kebiasaan.
Sparkling wine mengikuti prinsip perhitungan yang sama meskipun daftar jumlah nominal legalnya khusus untuk kategorinya. Directive 2007/45/EC Uni Eropa mencantumkan 125 ml, 200 ml, 375 ml, 750 ml, dan 1.500 ml untuk sparkling wine. Teknik membuka, busa, dan penyajian dapat memengaruhi layanan, tetapi jumlah yang tersedia tetap merupakan jumlah nominal pada label.
Pembaca yang memilih gaya sparkling dapat membandingkan Prosecco dan Champagne tanpa menganggap gaya dan volume sajian sebagai pertanyaan yang sama. Gaya wine memengaruhi cita rasa, identitas produksi, dan kesempatan minum, sedangkan volume botol menentukan jumlah yang tersedia untuk dituangkan. Jumlah gelas ditentukan oleh volume sajian yang dipilih, bukan oleh kata Prosecco atau Champagne.
Perencanaan yang akurat juga perlu memperhitungkan kehilangan praktis saat membuka atau menyajikan, terutama jika endapan, tumpahan, atau pembentukan busa mungkin terjadi. Tidak ada kelonggaran universal yang dapat diasumsikan dari nama botol. Metode paling aman adalah menggunakan jumlah nominal pada label, menentukan tuangan yang diinginkan, dan membuat kelonggaran praktis sesuai acara.
Apakah magnum matang lebih baik daripada botol wine standar?
Magnum dapat berkembang secara berbeda dari botol wine standar, tetapi format tersebut tidak menjamin pematangan yang lebih baik. Magnum biasanya dikaitkan dengan jumlah nominal 1.500 ml, dan Directive 2007/45/EC Uni Eropa memasukkan 1.500 ml dalam daftar yang diizinkan untuk wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa. Format botol hanyalah salah satu bagian dari riwayat penyimpanan dan perkembangan wine.
Argumen perbandingan luas permukaan terhadap volume adalah gagasan bahwa hubungan antara bagian dalam botol dan jumlah wine berbeda pada format yang lebih besar. Dalam kondisi kemasan dan penyimpanan yang sebanding, hubungan tersebut dapat mendukung perkiraan perkembangan yang berbeda. Prinsip ini tidak menetapkan rasa botol tertentu setelah disimpan dan tidak memberikan laju perubahan yang terjamin.
Kinerja penutup botol tetap menjadi kualifikasi utama. Perkembangan wine dapat dipengaruhi oleh integritas penutup, ruang kosong di leher botol, kondisi wine saat pembotolan, penanganan, dan penyimpanan. Format yang dikaitkan dengan harapan pematangan yang baik tidak dapat mengimbangi penutup yang gagal atau kondisi penyimpanan yang merusak.
Panas, cahaya, getaran, dan penyimpanan yang tidak stabil dapat merusak wine dalam format apa pun. Magnum yang disimpan dengan buruk tidak boleh dianggap tetap baik hanya karena berisi lebih banyak wine, sementara botol standar yang disimpan dengan cermat tidak boleh diabaikan hanya karena formatnya lebih umum. Asal-usul dan riwayat penyimpanan perlu diperhatikan bersama jumlah nominal.
Gaya wine juga memengaruhi nilai penyimpanan jangka panjang. Wine yang ditujukan untuk segera diminum tidak otomatis cocok disimpan lama hanya karena dikemas dalam magnum. Wine yang mampu berkembang tetap dapat mengecewakan jika botol, penutup, atau riwayat penyimpanannya bermasalah.
Kata lebih baik juga perlu diperjelas. Perkembangan yang lebih lambat, ekspresi buah yang lebih segar, atau keseimbangan yang berbeda dapat diinginkan oleh satu peminum dan kurang diinginkan oleh peminum lain. Format botol dapat memengaruhi pola perkembangan tanpa menjamin kualitas yang lebih tinggi atau pengalaman minum yang lebih disukai.
Keputusan pembelian yang praktis sebaiknya dimulai dari winenya, bukan dari nama format umum. Pertimbangkan panduan minum yang dimaksudkan produsen, asal-usul botol, lingkungan penyimpanan yang tersedia, dan kesempatan untuk membukanya. Panduan berapa lama wine bertahan membahas wine yang sudah dibuka dan belum dibuka, sementara cara menyimpan wine membahas pertimbangan penyimpanan yang relevan untuk setiap format.
Magnum dapat menjadi pilihan yang berguna untuk berbagi, penyajian, atau penyimpanan jangka panjang, tetapi tidak ada jaminan pematangan tanpa syarat yang muncul dari nama tersebut. Kesimpulan terkuat bersifat kualitatif: magnum dapat berkembang secara berbeda dalam kondisi yang sebanding, sementara kondisi penutup, gaya wine, asal-usul, dan penyimpanan menentukan apakah perbedaan itu menguntungkan.
Mengapa sparkling wine, liqueur wine, dan yellow wine memiliki daftar ukuran botol terpisah?
Sparkling wine, liqueur wine, dan yellow wine memiliki aturan jumlah nominal terpisah karena Directive 2007/45/EC Uni Eropa memperlakukannya sebagai kategori wine yang berbeda. Directive 2007/45/EC Uni Eropa mencantumkan 125 ml, 200 ml, 375 ml, 750 ml, dan 1.500 ml untuk sparkling wine. Directive yang sama mencantumkan 100 ml, 200 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml untuk liqueur wine serta menetapkan 620 ml sebagai satu-satunya jumlah nominal yang diizinkan untuk yellow wine.
Kategori wine adalah klasifikasi produk yang digunakan untuk menentukan daftar jumlah nominal mana yang berlaku. Daftar wine tanpa karbonasi tidak dapat otomatis diterapkan pada sparkling wine, liqueur wine, atau yellow wine. Karena itu, identifikasi kategori harus dilakukan sebelum membandingkan dengan daftar legal yang relevan.
Directive 2007/45/EC Uni Eropa membatasi wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa pada 100 ml, 187 ml, 250 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml. Perbedaan antara daftar tersebut dan daftar khusus kategori menunjukkan mengapa frasa ukuran botol wine dapat menjadi tidak lengkap tanpa menyebutkan jenis winenya. Jumlah nominal yang diizinkan untuk satu kategori mungkin tidak tercantum dalam daftar kategori lain.
| Kategori wine | Jumlah nominal yang diizinkan | Badan penerbit dan sumber |
|---|---|---|
| Wine tanpa karbonasi | 100 ml, 187 ml, 250 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml | Directive 2007/45/EC Uni Eropa |
| Sparkling wine | 125 ml, 200 ml, 375 ml, 750 ml, dan 1.500 ml | Directive 2007/45/EC Uni Eropa |
| Liqueur wine | 100 ml, 200 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml | Directive 2007/45/EC Uni Eropa |
| Yellow wine | 620 ml | Directive 2007/45/EC Uni Eropa |
Daftar sparkling wine yang terpisah menjelaskan mengapa botol sparkling berukuran 750 ml yang umum dikenal dapat dijual melalui kategori sparkling wine, bukan melalui daftar wine tanpa karbonasi. Directive 2007/45/EC Uni Eropa memasukkan 750 ml dalam kedua daftar, tetapi jumlah nominal yang sama tidak menggabungkan kategori legal tersebut. Klasifikasi produk tetap relevan.
Aturan yellow wine memberikan contoh yang sangat jelas tentang kekhususan kategori. Directive 2007/45/EC Uni Eropa menetapkan 620 ml sebagai satu-satunya jumlah nominal yang diizinkan untuk yellow wine. Karena itu, botol yellow wine harus dinilai berdasarkan entri yellow wine, bukan dengan meminjam daftar wine tanpa karbonasi.
Daftar liqueur wine memberikan alasan lain untuk menghindari bagan universal. Directive 2007/45/EC Uni Eropa mengizinkan 100 ml, 200 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml untuk liqueur wine. Beberapa jumlah nominal tersebut juga muncul dalam daftar kategori lain, tetapi otoritas yang berlaku berasal dari klasifikasi liqueur wine.
Bagi pembeli, urutan yang dapat diandalkan adalah mengidentifikasi kategori wine, membaca jumlah nominal pada label, lalu mempertimbangkan nama format umum. Bentuk botol saja tidak dapat menyelesaikan proses tersebut. Siluet yang umum dikenal dapat memberikan konteks regional atau gaya tanpa membuktikan daftar legal mana yang berlaku.
Nama umum tetap menjadi informasi sekunder untuk sparkling wine maupun wine tanpa karbonasi. Nama format besar yang bersifat seremonial mungkin berguna dalam bahasa ritel atau perhotelan, tetapi volume yang tercetak dan kategori produk menentukan perbandingan yang tepat. Pembaca yang membandingkan gaya sparkling dapat menggunakan panduan Prosecco dan Champagne sambil membedakan gaya wine, nama botol, dan jumlah nominal legal.
Kesimpulan
Ukuran botol wine adalah jumlah nominal yang tercetak pada botol prapaket, sedangkan nama umum botol wine merupakan bahasa perdagangan untuk menggambarkan suatu format. Directive 2007/45/EC Uni Eropa membatasi wine tanpa karbonasi prapaket yang dijual di Uni Eropa pada 100 ml, 187 ml, 250 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml. Botol standar adalah istilah umum yang digunakan di sini untuk 750 ml, dan magnum biasanya dikaitkan dengan 1.500 ml, tetapi nama seperti Jeroboam dan Nebuchadnezzar tidak boleh digunakan sebagai pernyataan volume yang tepat tanpa memeriksa label. Directive 2007/45/EC Uni Eropa secara terpisah mencantumkan 125 ml, 200 ml, 375 ml, 750 ml, dan 1.500 ml untuk sparkling wine; 100 ml, 200 ml, 375 ml, 500 ml, 750 ml, 1.000 ml, dan 1.500 ml untuk liqueur wine; serta 620 ml sebagai satu-satunya jumlah nominal yang diizinkan untuk yellow wine. Botol tidak memiliki jumlah gelas yang tetap karena hasilnya bergantung pada volume sajian. Magnum dapat berkembang secara berbeda selama penyimpanan, tetapi formatnya saja tidak menjamin pematangan yang lebih baik. Perbandingan yang akurat dimulai dari kategori wine, pasar, dan jumlah nominal yang tercetak pada label.
Sumber utama
Setiap angka di halaman ini berasal dari lembaga yang disebutkan dalam kalimat yang memuatnya. Berikut tempat untuk memeriksa masing-masing angka: